Tuesday, 5 March 2019

PENGERTIAN ORGANISASI


Menurut Tossi, Rizzo dan Carroll (1994: 34), organisasi ialah “...a group of people, working toward objectives, which develops and maintans relatively stable and predictable behavior patterns, even thoughthe individuals in the organization may change. Usuallywe describe organizations in term of how they differ on three dimensions: complexity, formalization, and centralization.”
                Organisasi terdiri dari kelompok orang-orang, atau dapat dikatakan juga terdiri dari kelompok-kelompok tenaga kerja (dalam hal organisasi perusahaan) yang bekerja untuk mencapai tujuan organisasinya. Untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi dikembangkan dan dipertahankan pola-pola perilaku tertentu yang cukup stabil dan dapat diperkirakan sebelumnya.( Sarlito, 2001)
            Organisasi adalah Unit sosial yang di koordinasikan secara sadar, terdiri dari sekelompok orang, yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama secara terus menerus. Tiga dimensi dari organisasi ialah: kemajemukan (complexity), formalisasi (formalization),  dan pemusatan (centralization). (Dalam buku Fundamental of Organizational behavior edisi ke-3)
a.       Kemajemukan (Complexity)
Dengan kemjemukan diartikan beragamnya kegiatan, fungsi, pekerjaan dan jumlah lapis organisasi. Dalam organisasi yang lebih majemuk akan dijumpai masalah-masalah kendali dan koordinasi yang lebih banyak. Makin tinggi tingkat kedudukannya dalam organisasi makin majemuk dan besar tanggung jawabnya.
b.       Formalisasi (Formalization)
Formalisasi mengacu pada adanya kebijakan, prosedur, dan aturan yang membatasi pilihan dari para anggotanya. Para anggotanya/ tenaga kerjanyadiharapkan berperilaku sesuai dengan kebijakan, prosedur, dan aturan yang berlaku dan ada. Makin organisasi formalized, makin terbatas kebebasan anggota untuk mengambil keputusan .
c.       Pemusatan (Centralization)
Pada organisasi besar dan majemuk dua-dua nya dapat terjadi, yaitu pengambilan keputusan untuk hal-hal tertentu yang berdampak pada seluruh organisasi berlangsuk di tingkat pimpinan organisasi peusahaan(centralized).

STRUKTUR ORGANISASI
            Struktur organisasi merupakan pola formal kegiatan dan hubungan timbal balik antar sub-unit organisasi. 2 Aspek penting organisasi: Desain Pekerjaan dan Desain Organisasi. (Gibson, J. L. Ivanchevic, J. M. et al, 2009)
Tiga rancangan (design) organisasi yang umum, yaitu rancangan organisasi dengan struktur sederhana, rancangan organisasi birokrasi, dan organisasi dengan struktur matriks.
1.       Rancangan Organisasi
Dengan struktur yang sederhana ditandai dengan departmentalization yang sedikit, span of control yang lebar, kewenangan dipegang terpusat pada satu orang, dan formalisasi sedikit. Rancangan ini biasanya dapat ditemukan pada pemilik organisasi usaha yang kecil, dimana pimpinannya juga menjadi pemilik. Misalnya pedagang-pedagang batik, usaha menjadhit pakaian, laundry.
2.       Birokrasi
Adalah suatu struktur dengan tugas-tugas yang beroperasi sabgat rutinn yang dicapai melalui spesialisasi. Tugas-tugas dikelompokkan dalam bagian fungsional tertentu, kewenangannya terpusat, span of control yang sempit, proses pengambilan keputusan mengikuti rantai komando.
3.       Struktur Matriks
Pada struktur matriks, setiap bawahan memiliki dua atasan. Matriks mengkombinasikan dua bentuk departementalisasi, yaitu fungsional dan produk. Strukturmatriks dapat ditemukan dalma organisasi-organisasi periklanan, perguruan tinggi, rumah sakit, dan sebagainya. Kekuatan dari matriks terletak pada kemampuannya untuk melancarkan koordinasi jika organisasi memiliki kegiatan-kegiatan majemuk yang banyak dan yang saling bergantung. Kelemahan utama dari organisasi berbentuk matriks terletak pada kebingungan yang diciptakan.


JENIS-JENIS ORGANISASI
Tosi, Rizzo, Carroll membedkan empat jenis generic organisasi, yatiu:
a.       Organisasi Mekanistik (OM)
Satu organisais yang formasinya tinggi.  Ciri-cirinya: kerja yang berulang-ulang, pembagian kerja yang ketat (high division of labor), tingkat keterampilan rendah, pekerjaan terumuskan dengan jelas dan baik, saluran distribusi yang terpatok (fixed), sumber supply yang jelas dan mantap, sistem yang sederhana, sumber informasi yang baik dan lengkap, perangkat peraturan untuk menafsirkan lingkungan, anggaran yang di standarisasi, data tentang standard an biaya yang lampau, pengambilan keputusan secara terpusat, tata tingkat yang kaku, konflik antara eselon tinggi dan rendah.
b.       Organsisasi Organik (OO)
Formalisasi di bidang pemasaran tinggi, di bidang teknologi rendah.ciri-cirinya antaralain; teknologi yang intensif dan mediating, staf yang terampil, saluran-saluran pemasaran yang terpatok, R&D yang luas dan sangat berpenagruh, kendali dalam fungsi-fungsi teknikal disentralisasi, kendali bertata tingkat dalam pemasaran, interest management problems.
c.       Organisasi Campuran Dominanst pasar (OCDP)
Formalisasi di bidang teknologi tinggi, di bidang pemasaran rendah. Ciri-cirinya antara lain; teknologi dengan jaringan panjang dan/ataurepentitif, salura-saluran distribusi dipengaruhi oleh perubahan-perubahan ‘gaya’ lebih menjadi promoters daripada sales persons, R&D sedikit, pemasran berpengaruh besar, biaya baku dalam bidang teknikal dan produksi, kendali yang disentralisasi dalam fungsi pemasaran, kendali yang disentralisasi dalam bidang-bidang lain, interest management problems.

PENGEMBANGAN ORGANISASI
                Pengembangan irganisasi dirumuskan dalam berbagai cara. Definisi yang paling sering dikutip ialah bahwa PO adalah satu upaya yang (1) yang direncanakan, (2) yang dampaknya mencakup seluruh organisasi, dan (3) yang dimanajemeni oelh puncak, untuk (4) meningkatkakn efektivitas dan kesehatan organisasi melalui (5) intervensi-intervensi yang direncanakan dalam proses-proses organisasi dengan menggunakan pengetahuan keprilakuan (Beckhard, 1969:9).
Bennis, dari sudut pandang McGill, berbicara tentang “kesehatan” organisasi dan menetapkan kriteriea dari kesehatan sebagia berikut
1.       Kemampuan menyesuaikan diri
2.       Satu rasas identitas
3.       Kemampuan untuk menguji kenyataan
4.       Pemaduan (intergration)

BUDAYA ORGANISASI
Budaya organisasi terdiri dari asumsi-asumsi dasar yang dipelajari baik sebagai hasil memecahkan masalah yang timbul dalam proses penyesuaian dengan lingkungannya,maupun sebagai hasil memecahkan maslah yang timbul dari dalam organisasi, antar unit-unit organisasi yang berkaitan dengan integrasi. Budaya timbul sebagai hasil belajar bersama dari para anggota organisasi agar dapat tetap bertahan.
Budaya organisasi dapat berubah, yaitu bila asumsi dasar yang digunakan dalam memecahkan masalah (eksternal maupun internal) ternyata tidak absah dan perlu diganti dengan asumsi dasar lain. Schein selanjutnya membedakan budaya organisasi kedalam tiga tangka. Tingkat pertama ialah tingkat ‘perilaku dan artifact’, tingkatan ini adalah tingkatan yang dapat diamati. Nilai-nilai merupakan tingkat kedua dari budaya perusahaan,  tingkat ini tidak dapat terlihat. Tingkat yang ketiga adalah tingkat yang paling dalam, yang mendasari nilai-nilai, yaitu tingkat keyakinan (beliefs), yang terdiri dair berbagai asumsi dasar.
Where an Organization’s Culture Comes From


1.      Organizational Ethics
Adalah Nilai-nilai moral, kepercayaan, dan aturan yang menetapkan cara yang tepat bagi organisasi dan anggotanya untuk saling berhubungan dan dengan orang-orang di luar organisasi
2.      Characteristics People Of Within Organization
Sumber utama budaya organisasi adalah orang-orang yang membentuk organisasi
3.      The Nature Of Employment Relationship
Faktor ketiga yang membentuk budaya organisasi adalah sifat hubungan kerja yang dibangun perusahaan dengan karyawannya melalui kebijakan dan praktik sumber daya manusianya.
4.      Design Of Organizational Structure
struktur organisasi adalah sistem formal tugas dan hubungan pelaporan yang dirancang untuk mengoordinasikan dan memotivasi karyawan dengan cara yang paling efektif. Namun, berbagai jenis struktur menimbulkan berbagai jenis budaya yang merupakan satu lagi alasan bahwa manajer harus memberi perhatian besar pada desain organisasi


4 budaya organisasi
·         Bureaucratic Culture
Budaya Birokrasi Suatu organisasi yang menekankan aturan, kebijakan, prosedur, rantai komando, dan pengambilan keputusan yang tersentralisasi memiliki budaya birokrasi
·         Budaya Klan
Menjadi bagian dari keluarga yang bekerja, mengikuti tradisi dan ritual, kerja tim, semangat, pengelolaan diri, dan pengaruh sosial adalah karakteristik budaya klan.
·         Entrepreneurial Culture
Budaya Wirausaha Inovasi, kreativitas, pengambilan risiko, dan mencari peluang secara agresif menggambarkan budaya kewirausahaan.
·         Market Culture
Menekankan pada pertumbuhan penjualan, peningkatan pangsa pasar, stabilitas keuangan, dan profitabilitas.Karyawan bekerja sama dan bekerja bersama untuk mencapai pangsa pasar dan sasaran kinerja keuangan. 
How Making Employees Owners Can Change Organizational Cultures
Bimba Manufacturing Company, yang berbasis di Monee, Illinois, memproduksi silinder aluminium. Pemiliknya, Charles Bimba, memutuskan untuk menjual perusahaan kepada karyawannya dengan membuat rencana kepemilikan saham karyawan (ESOP). Dia menyimpan 10% saham. 90% lainnya dijual kepada karyawan yang membayar saham dengan uang dalam rencana pembagian keuntungan yang sudah ada, dan sisanya dipinjam dari bank.52 Perubahan di perusahaan sejak ESOP diperkenalkan sangat dramatis, dan caranya tenaga kerja menanggapi manajemen perusahaan telah berubah total. Sebelumnya, perusahaan memiliki dua kelompok karyawan: manajer yang membuat peraturan dan pekerja yang menjalankannya. Pekerja jarang membuat saran dan umumnya hanya mengikuti pesanan. Tetapi setelah perubahan dalam sistem penghargaan, tim lintas fungsi yang terdiri dari manajer dan pekerja bertemu secara teratur untuk membahas masalah dan menemukan cara baru untuk meningkatkan kualitas produk. Tim-tim ini juga bertemu secara teratur dengan pelanggan untuk membahas bagaimana produk baru dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan lebih baik. Karena insentif yang diberikan oleh ESOP baru, manajemen dan pekerja telah mengembangkan hubungan kerja baru berdasarkan kerja tim untuk mencapai keunggulan dan kualitas tinggi. Setiap tim mempekerjakan anggotanya sendiri dan menghabiskan banyak waktu membantu karyawan baru mempelajari nilai-nilai dan norma-norma Bimba. Semangat kooperatif yang telah muncul di perusahaan berarti bahwa manajer sekarang mendengarkan pekerja mereka yang diberdayakan dan bertindak sebagai penasihat daripada atasan. Semua orang bekerja sama untuk menemukan cara untuk meningkatkan kinerja — dan mereka diberi imbalan karena melakukannya. Sejauh ini, mengubah sistem hak properti perusahaan telah membuahkan hasil. Penjualannya berlipat ganda, dan Bimba telah berkembang ke pabrik baru yang lebih besar dan membuka pabrik di Eropa dan Asia. Lebih jauh lagi, pekerja telah melunasi seluruh pinjaman yang mereka ambil untuk membiayai pembelian saham karyawan.53 Dengan kata seorang pekerja, ESOP menyebabkan “perubahan besar dalam cara kita memandang pekerjaan kita






DAFTAR PUSTAKA
·         Munandar, A. S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UI-Press.
·         Gibson, J. L. Ivanchevic, J. M. Jr, James. H. D., & Konopaske Robert. "Organizations: Behavior, Structure, and Processes fourteenth editions". (New York: McGraw-Hill/Irwin, 2009)
·         Goerge.M. J & Jones.R.G. “Understanding and Managing Organizational Behavior sixth edition” (Pearson;2012)
·         Langton, N. Robbins, P. Stephen. “Fundamental of Organizational behavior 3rd